LICHT IN HOLLAND

Judul : Licht In Holland
Tahun : 2018
Penerbit : Redaksi Ernest

ISBN 978-602-5640-57-5

Harga : 67.000

Anggara merupakan mahasiswa asal Indonesia yang tengah melanjutkan studinya di Universitas Amsterdam. Ia harus rela berpisah dengan istrinya—setelah mendapatkan tawaran beasiswa di negeri kincir angin ini.  Setelah lama berpisah, akhirnya, pada tahun yang berbeda, ia mengajak Naira untuk mengurus kepindahannya ke Belanda. Anggara berharap agar bisa mengajak Naira mengeliliingi Belanda dengan cara istimewanya. Sebab, Naira punya mimpi besar untuk bisa menetap di sana.

Selang beberapa minggu kedatangan Naira, ia mendapat kecaman atas jilbab yang dikenakannya. Naira pun harus melepas jilbab di rumah sakit tempat ia bekerja. Bukan hanya itu, Anggara pun terkendala dengan tesis yang tengah dikerjakan dan dilanda isu tidak sedap tempat ia bekerja. Anggara semampunya merahasiakannya, tetapi tidak bagi Naira yang harus menanggung tangis sedihnya.

Setelah itu, Anggara dengan temannya yang berprofesi dokter pun berupaya agar Naira tetap bisa mengenakan jilbab. Sayang sekali, direktur rumah sakit kukuh dengan pendiriannya. Anggara pun akhirnya masuk ke ruangan direktur rumah sakit dan membicarakannya dengan bijak. Allah pun punya cerita di balik keengganan direktur itu. Dia sempat terpuruk ketika istrinya menjadi muallaf yang mengalami kecelakaan. Makanya, direktur sangat membenci perempuan yang memakai jilbab. Kemahiran Anggara berkata-kata membuat direktur tersebut menangis dan terharu dengan cerita yang Anggara bicarakan. Alhamdulillah, akhirnya direktur tersebut mengizinkan Naira mengenakan jilbab. Selain itu, Naira pun dianggap teroris akan kerudung yang dikenakannya.

Kehadiran Caterin—teman kuliah Anggara membuat Naira cemburu. Caterin mendekati Anggara dengan gaya bangsa barat yang ia pahami. Suatu hari, Caterin datang ke apartemen mereka dan memeluk erat tubuh Anggara. Hal ini kedapatan oleh Naira yang tengah berdiri di depan mereka. Naira pun menampar Caterin dan marah sejadinya kepada Anggara. Sebenarnya, Caterin menaruh cinta kepada Anggara sejak lama.

Perjalanan cinta mereka pun berjalan tidak semulus yang diharapkannya. Mereka mengelilingi Belanda dari daerah satu ke daerah lain. Banyak cerita yang maha indah yang dipetiknya.  Hingga Naira pun sempat dirawat di rumah sakit dan diam-diam Caterin mendonorkan darahnya untuk Naira.  Anggara pun tidak menahu perkara tersebut.

Keajaiban Allah sangatlah luas. Naira yang mendapat nilai pelajaran Islam dari Belanda pun akhirnya hamil sebagai hadiah dari Allah. Caterin yang sibuk mengurus tesisnya pun akhirnya mendapatkan ilham untuk menjadi seorang muallaf. Ia menjadi perempuan muslim dan meranggaskan dirinya sebagai perempuan Katolik yang  sebelumnya begitu taat. Anggara pun tercengang bukan main. Naira yang sempat marah dengannya tiba-tiba menjadi teman akrabnya. Caterin mengubah namanya menjadi Maryom dan menikah dengan Kava—atasan tempat Anggara bekerja. Selang pernikahan yang masih singkat, Kava pun mengalami kecelakaan pesawat membuat Maryom sangat terpukul.  Maryom pun meninggalkan Amsterdam yang penuh kenangan itu.  Berdalih mencari ketenangan yang diharapkannya.

Naira pun melahirkan ketika Anggara berada di luar kota. Sesampai di rumah sakit, Naira telah berada di ruangan operasi. Proses lahiran yang sangat panjang membuat Anggara begitu takut. Akhirnya, lahirannya selamat, tetapi bukan untuk kedua buah hatinya. Anaknya pun meninggal dan tidak tertolong lagi.

Seminggu setelah itu, Anggara pun diam-diam pergi ke Dordrecht bersama Mustofa (teman satu kantor dengannya). Ia  harus rela menikahi Maryom yang telah mengalami penganiayaan perempuan. Untung saja, Bram (teman Mustofa) menyelamatkan Maryom dari penganiayaan tersebut berdalih saudara kandungnya.  Resepsi pernikahan pun dilangsungkan, tapi Anggara tidak bisa mengucapkan ijab kabul karena tidak sanggup mencederai cinta suci Naira.

Hingga Naira pun datang di respsi pernikahan tersebut dan menangis di pelukan Anggara. Selang beberapa menit setelah itu, seorang pemuda pun datang untuk menikahi Maryom sebagai pendampingnya. Maryom menangis haru karena pemuda tersebut juga sempat membantunya ketika dirinya mengalami kesusahan.

Setahun setelah itu, Naira dan Anggara pun pindah ke Leiden. Anggara mendapat tawaran melanjutkan doktornya di Universitas Leiden. Begitu pun Naira yang pindah ke Leiden University Medical Center. Karena kuasa Allah, Naira pun hamil lagi. Mereka paham bahwa Belanda bukan sebatas tempat mencari apa cinta itu. Melainkan, cahaya cinta seperti apa yang tengah Allah karuniakan di negeri kincir angin tersebut baginya.

Leave a Comment

twenty − eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Buku Terbaru Kami

News

Profil

  Profil Penerbit Ernest Penerbit Ernest merupakan penerbit indie/ self publishing yang berdiri dibawa naungan…

Hubungi Kami

Sponsorship

Reseller/Distributor

Syarat Menjadi Reseller/ Dropship Surat pengajuan bergabung menjadi reseller / dropship Biodata diri (Nama, Alamat…

Mitra lini

Buat kamu, yang sudah mengorbankan waktu.... tenaga..... pikiran....kesabaran....namun belum melihat cahaya suksesmu... Jangan menyerah...... karena…

Kirim Naskah

1. Naskah novel/ Antologi Cerpen/ Antologi Cerpen Ukuran kertas A4 Margin standard Times New Roman…

Jasa Translator

Indonesia --> Inggris (Biaya Rp 35.000,-/hlm) Inggris --> Indonesia (Biaya Rp 30.500,-/hlm)

Instagram Penerbit Ernest