Derita Tiada Akhir – Aris Priyanto

Bunga-bunga semakin layu dan kusam

Pesona keindahan alam tiada lagi menyehatkan

Pandangan mata terasa tidak nyaman melihat sekitar

Apalagi hanya wujud fisik yang bisa dipegang

Tanpa ada rasa kenikmatan kesejukan mengenang

Bak jagat dan ruang gelap  tanpa penerang

 

Tangisan kesedihan mengalir menyelimuti awan

Cahaya matahari memancar memudar dan menenggelam

Menyisakan panorama kecantikan dan keelokan taman

Meninggalkan budaya adat luhur warisan silam

Keagungan keluhuran ketulusan satu kesatuan tak terpisahkan

Namun kini hanya sekedar cerita kelam

 

Wanita sebagai pelayan nafsu kebiadaban

Tiada derajat martabat yang sejajar dan sepadan

Apalagi ruang gerak beranjak bersandar tangan

Melepas jeritan dan tangisan atas penindasan

Ribuan siksaan terus berlalu tanpa aturan

Pusaka kecantikan keindahan terbawa arus penistaan

 

Kapan…..?, dan kapannnnnn…..?,  terjadi persamaan……?

Jika semua hanya diam membisu berpangku tangan

Menungggu belas kasihan orang perlahan-lahan

Dengan langkah tertatih lunglai penuh sendu arak-arakan

 

Kumpulan Puisi “Elegi syair untuk Kartini”, Aris Priyanto

Leave a Comment

three × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Buku Terbaru Kami

News

LICHT IN HOLLAND

Judul : Licht In Holland Tahun : 2018 Penerbit : Redaksi Ernest ISBN 978-602-5640-57-5 Harga…

Profil

  Profil Penerbit Ernest Penerbit Ernest merupakan penerbit indie/ self publishing yang berdiri dibawa naungan…

Hubungi Kami

Sponsorship

Reseller/Distributor

Syarat Menjadi Reseller/ Dropship Surat pengajuan bergabung menjadi reseller / dropship Biodata diri (Nama, Alamat…

Mitra lini

Buat kamu, yang sudah mengorbankan waktu.... tenaga..... pikiran....kesabaran....namun belum melihat cahaya suksesmu... Jangan menyerah...... karena…

Kirim Naskah

1. Naskah novel/ Antologi Cerpen/ Antologi Cerpen Ukuran kertas A4 Margin standard Times New Roman…

Instagram Penerbit Ernest