Merelakan Masa Lalu

Merelakan Masa Lalu

 

Harga    :  55.000

Penulis     : A. Nur Islamia Hasbi

Penerbit   : Ernest (CV. Achmad Jaya Group)

Halaman  :xi + 331 hlm; 14,8 cm x 21 cm

ISBN        :978-602-61917-0-0

 

Namaku Aizilla putri cendana. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, namun mampu membuat hidupku terasa menjadi sempurna. Aku memiliki orang tua yang begitu menyayangiku, begitu sabar dalam menghadapi sikapku yang terkadang seperti anak kecil yang masih berusia dini. Bahkan terkadang  menyusahkan mereka. Dan juga aku memiliki sahabat-sahabat terbaik yang selalu mendukung apapun yang aku lakukan.

Dari dulu aku sangat berharap aku memiliki seorang saudara, entah itu laki-laki ataupun perempuan. Tapi sepertinya saudara perempuan lebih seru dan lucu, aku bisa mendandaninya layaknya seorang Princess dari kerajaan.

Namun, semua itu hanyalah pengharapan dari seorang Aizilla putri cendana, karena sampai sekarang status seorang putri tunggal masih melekat padaku. Sepertinya orang tuaku memang hanya mengharapkan aku sebagai anaknya. Tapi, aku yakin jauh di lubuk hati orang tuaku mereka pasti merindukan tangisan seorang bayi yang memenuhi ruangan seluruh rumah. Bukan begitu, Ayah, Ibu?

Pacar??? HAHA aku bahkan tidak mengerti apa itu pacar. Sampai umurku menginjak dua puluh tahun yang itu berarti sekarang aku bukanlagi anak SMA, aku masih tidak mengerti apa itu pacar. Yang aku tahu sedikit tentang pacar, memiliki seorang pacar hanya akan membuatku terjerumus dalam hal negatif. Bagiku, memilki seorang pacar tidak ada gunanya. Hanya membuang waktuku untuk memikirkannya, bertengkar layaknya anak jaman sekarang, saling sindir di dunia maya jika hubungan berakhir, menghabiskan uang jajan untuk membeli pulsa dan juga kuota untuk saling menghubungi. Dan bagiku lagi berpacaran hanya untuk memenuhi nafsu dan membuatku akan menyesal seumur hidup.

Namun,Perkataanku tadi hanyalah perkataan saat usiaku menginjak Tujuh belas tahun. Dan setelah aku mengenal dia, hidupku menjadi berbeda. Hidupku di penuhi rasa yang di hadirkan oleh setiap rasa yang ada di dunia. Semua rasa itu menjadi satu dan berkumpul bagaikan kepulan asap yang membuatku merasakan perbedaan. Entah perbedaan di hidupku ini akan membuatku menyesal atau bahkan tidak merasakan penyesalan sama sekali.

Karena sejatinya, penyesalan akan selalu berada di akhir dan ini barulah awalku. Awal hidupku yang akan ku ceritakan kepada kalian.

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + four =