Dialog Rindu

Dialog Rindu

Harga    :  55.000

Penulis     : Shella Devynda, dkk

Penerbit   : Ernest (CV. Achmad Jaya Group)

Halaman  :xi + 169 hlm; 13 cm x 19 cm

ISBN        :978-602-61917-5-5

Terkadang aku malu pada embun yang seolah menertawakanku setiap pagi. Seakan kudengar embun berkata “Mengapa masih kau sembunyikan rindu dibawah selimutmu? Bangunlah manis, langit begitu cerah hari ini. Kau bisa menitipkan rindu pada angin.”

Seketika kurasa ada sedikit semangat mengalir dalam darahku. Aku bangkit dan menarik rindu, lalu kutitipkan ia pada angin. Berharap angin akan mengantarnya pada orang yang kutuju.

Namun, sepertinya angin membawa kabar luka. Kulihat dari jauh, wajahnya merunduk menghampiriku. Dia masih menggenggam erat rindu yang tadi kutitip. Sontak saja aku terkejut dan tak bisa menahan rasa penasaranku. Lalu aku bertanya pada angin, “Wahai angin, mengapa wajahmu begitu murung? Mengapa rindu masih bersamamu?”

Angin pun tiba-tiba menangis, di sela tangisnya angin berkata bahwa orang yang kutuju tidak menginginkan rindu. Dia telah membuang rindu dari hidupnya dan dia juga telah membuang kunci dari pintu kenangan yang kutunggu selama ini.

Dalam dialog rindu, hanya dapat memendam kenangan atas kenangan yang lalu. Kisah-kisah para perindu ini diabadikan dalam antologi cerita pendek, seperti rupa gadis itu, lentera sendu, perihal rindu, (tak) tahu malu, Agustus saja, detak-detak rindu, doa rindu, foto di ujung dompet, keliru, hujan dan rindu serta cerita menarik lainnya.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − one =