Judul : Elegi Syair untuk Kartini

Pengarang : Kontributor “Elegi Syair untuk Kartini”

Penerbit : Ernest

Tempat terbit : Kendal

No. ISBN : 978-602-60238-8-9

Tahun terbit : 2017

Jumlah halaman : 162

 

Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa, yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan.

Pemikiran Kartini ini lah yang menjadi kebangkitan perempuan pribumi untuk mendapatkan kesetaraan dalam menimbah ilmu. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H Abendanon  mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindian Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.

Dalam buku bertajuk “Elegi Syair untuk Kartini” ini, merupakan sebuah kompilasi puisi-puisi untuk menggambarkan sosok Kartini. Dalam buku ini dibagi menjadi tiga bagian yakni kesedihan Kartini, perjuagan Kartini dan rindu Kartini. Semoga para pembaca dapat menangkap makna dalam syair puisi yang kami sajikan.

Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan – angan muda mati, kadang – kadang timbullah angan – angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.

Salah satu daripada cita – cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa. Haruslah juga segan menyakiti mahkluk lain, sedikitpun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita – citanya kita hendaklah menjaga sedapat – dapat yang kita usahakan. Supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: Dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu terima kasih namanya.

——————————————————————————————————, R. A Kartini

Pre order Elegi syair Kartini Umum