Launching buku “Merawat Aksara” dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Kemendikbud RI 2017

Gambar 1. Pemotongan Pita Penanda Lauching Buku “Merawat Aksara” oleh Perwakuuilan Kemendkbud RI

(Minggu, 17/12/2017), Pariaman – Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) merupakan salah satu program yang memberikan peluang dan kesempatan kepada seniman dan sekolah bersinergi untuk melatih seni budaya di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian, akan melaksanakan kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2017.

rogram Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dilaksanakan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler, agar para peserta didik dapat menyerap secara langsung ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seniman. Program ini dilaksanakan dalam rangka menanamkan kecintaan dan wawasan yang lebih luas tentang karya seni budaya sehingga dapat memperkuat karakter para peserta didik. Hasil kegiatan ekstrakurikuler dapat dipresentasikan dalam bentuk pameran/pementasan dengan melibatkan publik (guru, tenaga pendidik, komite sekolah, masyarakat di sekitarnya) untuk diapresiasi.

Materi Gerakan Seniman Masuk Sekolah meliputi:
1. Seni Pertunjukan: Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater;
2. Seni Rupa;
3. Seni Media Baru;
4. Seni Sastra.
Materi di atas bisa dilaksanakan hanya satu jenis seni atau kolaborasi beberapa jenis seni.

Seniman yang menjadi pengajar dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) merupakan seniman setempat, dengan kriteria sebagai berikut :
a) Seniman adalah warga negara Indonesia yang berasal dari daerah setempat ataupun seniman yang bekerja dan berkesenian di wilayah pelaksanaan GSMS.
b) Seniman bukan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil.
c) Seniman masih aktif berkesenian dibuktikan dengan rekomendasi dari lembaga kesenian setempat.
d) Seniman yang mengajar merupakan seniman yang memiliki salah satu kompetensi di bidang Tari, Musik, Teater, Seni Rupa, Seni Media baru dan sastra
(sesuai dengan kondisi kesenian di wilayah pelaksanaan GSMS) dibuktikan dengan rekomendasi dari lembaga kesenian setempat.
e) Seniman memiliki penampilan rapi dan sikap pedagogis.
f) Seniman mampu membuat materi pembelajaran dan mempraktikannya.
g) Seniman dapat berkomunikasi dengan baik.

Dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah tahun 2017, jumlah seniman yang akan terlibat 1320 orang. Dalam pelaksanaan pembelajaran seniman akan dibantu oleh asisten yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi. Dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah tahun 2017, jumlah seniman yang akan terlibat 1320 orang. Dalam pelaksanaan pembelajaran seniman akan dibantu oleh asisten yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi. Provinsi Sumatera Barat salah satunya diwakili oleh SMA 1 Pariaman. Penerbit Ernest sebagai media patner untuk menerbitkan sebuah karya sastra berkerjasama dengan SSSI STUPA dalam tajuk Merawat Aksara. Semoga kedepan semua pihak pegiat literasi, seniman sastra dan Pemerintah dapat bersinergi guna menjadikan Indonesia yang berbudaya dan berbahasa dengna baik.

Leave a Comment

2 × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    • Sebermas
    • 28/12/2017
    Reply

    Sangat Bagus ….Sukses selalu

Buku Terbaru Kami

News

LICHT IN HOLLAND

Judul : Licht In Holland Tahun : 2018 Penerbit : Redaksi Ernest ISBN 978-602-5640-57-5 Harga…

Profil

  Profil Penerbit Ernest Penerbit Ernest merupakan penerbit indie/ self publishing yang berdiri dibawa naungan…

Hubungi Kami

Sponsorship

Reseller/Distributor

Syarat Menjadi Reseller/ Dropship Surat pengajuan bergabung menjadi reseller / dropship Biodata diri (Nama, Alamat…

Mitra lini

Buat kamu, yang sudah mengorbankan waktu.... tenaga..... pikiran....kesabaran....namun belum melihat cahaya suksesmu... Jangan menyerah...... karena…

Kirim Naskah

1. Naskah novel/ Antologi Cerpen/ Antologi Cerpen Ukuran kertas A4 Margin standard Times New Roman…

Instagram Penerbit Ernest